Sunday, June 17, 2012

Perhiasan Emas untuk Mendeteksi Merkuri atau Timbal dalam Kosmetik?

Oke. Sebenarnya ini adalah isu lama. Rumor tentang cara mendeteksi kandungan timbal dalam lipstik dengan menggunakan cincin emas telah beredar sejak tahun 2003 melalui email berantai di internet. Hanya saja belakangan rumor itu kembali muncul di Indonesia dengan kemasan baru. Kali ini uji menggunakan perhiasan emas diklaim dapat digunakan untuk mendeteksi merkuri dalam bedak.

Email tentang uji ini yang sempat beredar di internet pada tahun 2003
Prosedur uji ini sangat mudah. Cukup oleskan produk kosmetika yang ingin diuji  pada tangan kita atau permukaan lain kemudian gosok-gosokkan cincin emas pada produk. Jika warnanya berubah menjadi hitam maka produk tersebut mengandung merkuri/timbal. Semakin hitam warnamya, semakin banyak kandungan merkuri atau timbal dalam produk tersebut karena reaksi antara emas dengan logam-logam tersebut. Menurut pengakuan temanku yang melakukan uji di atas, beberapa produk berubah menjadi hitam, sementara yang lain warna hitamnya tipis dan lemah.

Jujur. Awalnya aku tidak begitu peduli dengan isu ini. Tapi melihat semakin banyak teman-temanku yang entah kenapa begitu percaya dengan isu ini  yang mendiskreditkan beberapa merek kosmetika tertentu dan memuji-muji merek kosmetika yang lain berdasarkan uji ini, rasa-rasanya aku perlu turun tangan memberikan penjelasan.

Lalu dimana letak kesalahan dari isu tersebut?

Pertama dan utama, mari kita tengok kembali pelajaran kimia kita saat masih zaman SMA (duh..itu udah berapa tahun yang lalu ya? Kangen jadi anak SMA..). Mari kita ingat kembali, kenapa emas memiliki harga yang mahal? Kenapa emas merupakan logam berharga yang bahkan disebut sebagai logam mulia? Kenapa?? Kenapa?? (weleh, penulis artikelnya maksa banget XD). Yup, bener banget! Emas adalah logam yang inert dalam artian sukar sekali untuk melepas elektron sehingga susah bereaksi dengan unsur lain, tidak reaktif terhadap cuaca maupun lingkungan. Now, you see my point right? Tentu saja emas masih bisa bereaksi dengan unsur lain menjadi senyawa emas. Tapi tentunya diperlukan keadaan yang khusus dan hampir tidak mungkin reaksi tersebut terjadi hanya dengan menggosok-gosokkan cincin emas ke produk kosmetika yang mungkin mengandung unsur tersebut.

Kedua, timbal dan merkuri biasanya terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit sebagai trace element dalam kosmetika (Yach, kecuali klo produsennya memang sengaja menambahkan logam berat tersebut dalam produknya sich). Kadarnya biasa dalam hitungan bpj (bagian per juta) atau ppm (part per million). Jumlah ini sangat kecil sekali sehingga kalaupun emas memang bisa bereaksi dengan timbal/merkuri maka perubahan warnanya hampir tidak dapat dilihat dengan jelas.

Ketiga, isu cincin emas untuk mendeteksi merkuri mungkin terinspirasi dari digunakannya merkuri untuk memisahkan emas dari bijihnya karena emas larut dalam merkuri. Merkuri yang ditambahkan pada bijih logam akan membentuk amalgam emas-merkuri. Amalgam ini selanjutnya diproses (dulu dengan menguapkan merkuri) untuk memisahkan emas dari merkurinya. Suatu cincin emas yang terkena merkuri (air raksa) dari termometer yang pecah dapat menjadi berwarna perak karena merkuri akan bermigrasi ke dalam partikel emas dengan cara yang mirip dengan migrasi tetesan air membasahi kayu kering. Mengingat jumlah merkuri dalam kosmetik yang biasanya hanya berupa trace saja, kecil kemungkinan amalgam ini terbentuk. Jika iya, cincin emas yang digunakan untuk uji ini pasti jadi rusak.

Keempat, mirip seperti pensil yang terbuat dari carbon, emas juga dapat meninggalkan jejak jika digoreskan pada suatu permukaan. Tidak perlu digosokkan pada produk kosmetikpun dia dapat menimbulkan jejak jika digoreskan. Adanya perbedaan warna yang terjadi ketika cincin emas digosok pada produk yang telah dioleskan pada suatu permukaan kosmetika (hitam, agak hitam, hampir tidak ada warna) sangat boleh jadi tergantung pada jenis permukaan yang dipakai dan sifat fisika dari produk (ukuran partikel, dkk) mungkin juga dapat mempengaruhi.

Sekian penjelasan dariku. And as usual, semoga artikel ini bermanfaat. ^o*

Reactions:

26 comments:

Post a Comment